Wednesday, March 2, 2011

F/A-18D Hornet "Night Attack" Hasegawa 1/48


F/A-18D merupakan pengembangan dari versi hornet sebelumnya dengan kemampuan all-wheather dan dual seater. Dimana co-pilot kedua bertugas sebagai WSO. Versi ini juga ditujukan untuk berkemampuan serang darat. Secara umum perbaikan-perbaikan dari hornet versi sebelumnya diimplementasikan disini.

Hasegawa 1/48 F/A-18D Hornet "Night Attack"



Kit buatan hasegawa ini tentunya memiliki kualitas yang sudah tidak diragukan. Skala ukuran dan kedalaman panel reces yang akurat. Berbagai macam opsi pilihan pose seperti leading dan trailing edge flap yang bisa diposisikan turun, air brake, kokpit/kanopi, dan sebagainya. Namun pada pembuatan ini penulis mencoba untuk memaksimalkan realisme dan ke-akuratan sepanjang referensi yang ada. Untuk itu referensi sangat penting dan penulis menggunakan produksi Daco yaitu walk around khusus F-18 (lihat bagian referensi buku). Dengan adanya referensi tersebut maka beberapa ketidaksempurnaan maupun berbagai detil-detil kecil yang diperlukan dapat di cermati. Kit ini juga menggunakan berbagai material termasuk PE set untuk chaff/flare dispenser, dan kaki-kaki roda pendarat dari logam. Terdiri dari banyak sprue set (lupa nih soalnya sudah jadi) Dengan decal 3 squadron berbeda. Penulis memilih the bats sesuai dengan cover depan box.

Beberapa hal yang dimodifikasi pada perakitan ini adalah:
1. Kursi lontar menggunakan resin Avionix (black box) dari set 10 dual seater box.
2. Beberapa antena untuk F-18D tidak sesuai sehingga dibuat dari lembar plastik styrene (terutama antena diatas punggung pesawat seharusnya agak miring/bukan tegak dan antena sirip dibawah kokpit juga kurang panjang dan miring).
3. Detailing dibagian dalam kokpit menggunakan Eduard photo etch set color dan beberap trick lainnya
4. Ordanance atau persenjataan menggunakan bob GBU dari kit F-18A hobby boss
5. Penambahan air intake yang tadinya kosong dan juga kipas kompresor dari mesin turbo fan ini (tidak dilengkapi dengan air intake).

Itu sebagian besar dari modifikasi yang dilakukan untuk jelasnya langsung ke proses perakitan:

Perakitan Kokpit






Untuk kokpit dasarnya menggunakan dari standar yang diberikan namun ditambahkan PE Eduard yang terkenal detil (hanya saja untuk layar radar memang kurang tepat karena pada saat standby jarang sekali radar menyala. Namun karena cukup sulit untuk memodifikasi (mengganti layart tersebut karena sudah menjadi satu kesatuan dengan background panel kokpit lainnya sehingga dibiarkan).
Tambahan lainnya adalah memberikan strip panel di atas tutup/cover panel kokpit WSO menggunakan masking tape tamiya yang dipotong kecil-kecil dan ditempelkan (dua/tiga lapis tape). Lalu baru dicat hitam, tadinya cover panel ini polos dan tidak sesuai dengan referensi. Pegangan tangan diatas panel cover belakang juga agak kekecilan namun penulis tidak jadi merubahnya karena sekilas masih acceptable. Bagian sisi kiri dan kanan dari kokpit juga ditambahkan ribs atau penguat menggunakan potongan plastik styrene lalu di cat gull gray, untuk seluruh warna dasar kokpit.
Untuk kursi lontar digunakan dari Avionix dan di cat hitam flat sebagai dasar dan dicat warna-warna alas kursi, safety belt, dan sebagainya. Ditambahkan juga decal merah/putih dari sisa-sisa decal skala 1/72 dan 1/48 yang tidak terpakai agar terlihat lebih ramai dan realistik.

Perakitan Pesawat





Setelah kokpit selesai dipasang maka selanjutnya adalah melakukan persiapan untuk air intake yang menggunakan sedotan jelly dan kipas kompressor dari resin buatan sendiri (di copy dari F-18E/F buatan hasegawa juga). Untuk proses detilnya bisa dilihat di bagian Tips & Guide - Pembuatan air intake dan kipas kompressor dari resin. Setelah komponen ini jadi lalu disimpan dulu.
Bagian tubuh pesawat kemudian disatukan dengan sebelumnya memasang wheel well depan dan kokpit.
Perekatan di jepit dan di tape dengan masking tape agar melekat sempurna.

Tahap selanjutnya adalah memasang flap dan vertikal stabilizer dengan direkatkan. Ada beberapa modeler yang measang vertical stabilizer belakang namun karena tidak ingin tampak ada sambungan dan akan difinish dengan dempul/putty maka vertical stabilizer langsung direkatkan.

Pemasangan komponen yang paling rumit adalah pemasangan air intake yang sudah memiliki trunk dan kipas kompressor dibagian belakangnya. Karena kit memang tidak dirancang untuk dipasangkan air intake trunk maka komponen fitnya agak ketat dan bagian ujung air intake (mulutnya) menjadi tidak bisa rata dengan badan pesawat karena bagian belakangnya ada komponen tambahan. Untuk itu diperlukan extra usaha keras untuk menjepit bagian mulut air intake dengan tape dan sebelumnya dilem sedikit dengan super glue. Barulah lem tamiya yang encer (hijau) disapukan ke persambungan air intake. Hasilnya tidak mengecewakan meskipun dengan susah payah.  Bagian lainnya hampir tidak bermasalah. Ada beberapa persambungan yang memerlukan putty/dempul namun tidak parah. Flare/chaff dispenser di dekat roda utama juga memerlukan trik sendiri karena PE setnya mudah penyok sehingga perlu hati-hati.

Setelah semua komponen utama dibagian badan pesawat selesai dipasang maka waktunya proses pengecatan ada beberapa detil kecil lainnya yang akan dibahas nanti.

Pengecatan, Decal dan Wheathering
Proses pengecatan cukup mudah karena hornet hanya menggunakan dua warna yaitu light ghost gray dan dark ghost gray keduanya menggunakan model master. Namun demikian pada tahap pengecatan sebelumnya dilakukan shadow effect dengan memberikan cat hitam disetiap garis reces panel sebelum cat utama di tambahkan. Baru setelah benar-benar kering maka cat light ghost gray dan dark ghost gray di lapiskan secara tipis-tipis dan bertahap. Efek shadownya memang tidak terlalu jelas terlihat namun memberikan efek bayangan gelap di sekitar garis panel. Setelah cat utama selesai baru dilapis gloss clear (spray can) untuk proses decal.
    Pada proses decal maka garis di sisi decal dibuang dengan cutter. Ini proses yang memakan waktu dan juga perlu hati-hati karena bila salah decal bisa rusak. Hasilnya cukup memuaskan karena baik di decal utama seperti logo dan nomor squadron tidak terlihat tepian decal yang umumnya terlihat. Hanya di bagian horisontal stabilizer penulis kesulitan melakukan trimming decal tersebut hasilnya jadi kurang memuaskan karena terlihat sedikit silvering padahal aplikasi sudah menggunakan decal setting solution. Oh ya sebelum pengecatan utama dimulai tentunya jangan lupa kaca kanopi di celup ke cairan Future (lihat tips & guide) lalu tunggu benar-benar kering (2 harian) lalu di masking dan direkatkan sementara ke body pesawat agar mendapatkan warna yang konsisten dengan badan pesawat.
    Setelah proses decal selesai, maka sekali lagi di lapis gloss clear dan diberikan wheathering atau garis-garis panel dengan bubuk pastel+air+sabun cair sehingga membentuk lumpur hitam yang disapukan ke seluruh garis panel yang ada. Setelah kering lalu dibersihkan dengan tissue, cotton but, dan lap. Garis yang tertinggal memberikan efek 3 dimensi dan akhirnya di seal dengan lapisan flat clear (dengan campuran 50% flat dan 50% gloss) atau semi gloss agar tidak terlalu tampak flat (karena pada pesawat aslinya masih terlihat sedikit kilapan).
    Oh ya sebelum cat utama maka semua wheel well dan bagian dalam (bawah air brake) dan sebagainya yang berwarna putih di cat terlebih dahulu baru di tutuk dengan masking dan glue tack.
    Cat -cat detil lainnya seperti antena warna putih, clear merah dan biru pada lampu navigasi dan warna metal di ujung senapan mesin (warna steel dengan diberikan wheathering warna hitam menggunakan pena 0.1mm water proof yang di gosok agar menimbulkan efek bekas debu senapan). Juga warna logam lainnya seperti di pin-pin pemegang persenjataan bomb dan tanki cadangan, serta dibagian kaki roda dengan chrome silver (untuk bagian hidrolisnya).
    Pengecatan komponen lepas seperti cover roda, kaki roda dan roda itu sendiri dicat terpisah namun pada saat yang bersamaan dengan warna yang sedang di labur. Misalnya sedang mencat warna putih maka semua komponen warna putih dicat sekaligus untuk mengirit waktu dan cat.
    Proses wheathering terakhir adalah untuk memberikan shading abu-abu atau blending warna decal yang cenderung kontras seperti pesawat baru, sedangkan ini adalah pesawat yang sudah dipakai berulang kali dan cukup kotor (tidak separah wheathering oleh modeler lainnya). Namun teknik yang dipakai oleh Narita kembali digunakan yaitu dengan melabur warna abu-abu tipis (diencerkan hingga 60-70%) dan diaplikasikan secara low pressure ke seluruh tubuh. Hasilnya adalah warna decal menjadi tidak terlalu kontras dan lebih menyatu dengan warna tubuh pesawat lainnya. Ini adalah efek yang cukup canggih (warna abu-abu memiliki faktor penghilang kontras dan sifatnya juga cukup netral terhadap warna lain, tidak memberikan pergeseran hue atau spektrum warna). Untuk itu digunakan warna neutral gray.

Persenjataan
Setelah finishing bagian utama selesai sebenarnya selama proses itu dilakukan juga perakitan persenjataan. Karena pada kit ini tidak diberikan persenjataan hanya 3 tanki bahan bakar cadangan saja maka persenjataan diambil dari berbagai kit baik AIM9 dan juga bomb GBU nya. Untuk peluru kendali AIM9 Sidewinder ini dilakukan pengecatan warna yang sama dengan dark ghost gray lalu untuk bagian depannya bukan dicat hitam tapi dilaburkan cat gun metal dan di ujungnya diberikan chrome silver. Hal ini disesuaikan dengan referensi yang ada dimana beberapa missile yang masih cukup baru kilapannya masih ada seperti warna logam. Penulis juga pernah bereksperimen dengan warna exhaust metal dari ALCAD yang cocok juga dengan warna metal shade dari ujung depan AIM9 ini.
    Persenjataan bomb GBU yang digunakan diambil dari kit F/A-18A hobby boss skala yang sama 1/48. Namun tidak dengan warna hijau standar dibagian tubuh utamanya (setelah dimasking baik fin maupun bagian depannya) di cat dulu dengan car pylox silver yang bersifat memakan plastik sehingga menimbulkan efek kulit jeruk (ini memang disengaja) karena lapisan tengah bomb ini diberikan lapisan fire retardant untuk mencegah bomb meledak pada saat ada kebakaran. Lapisan ini berwarna abu-abu muda dan tentunya diberikan efek kotor (terutama di bagian gantungan bomb) dengan debu pastel coklat lalu di seal dengan coating flat clear. Bagian depan di cat warna olive drab, ring kuning di kuas sehinga menimbulkan efek garis tidak rata sesuai dengan referensi.








Setelah semua finishing dan perakitan bagian utama selesai maka dilanjutkan dengan penyatuan komponen-komponen roda, antena dan komponen lainnya juga termasuk kanopi yang dipasang terbuka.
Tidak lupa untuk bagian roda dilakukan perataan (flatening) bawah ban untuk menunjukkan beban berat. Lihat bagian tips & guide untuk lebih jelasnya (tidak dilakukan dengan pemotongan tapi dengan pemanasan).

Banyak lagi modifikasi lainnya yang mungkin tidak tertulis diatas namun beberapa tips sudah dimasukkan ke dalam bagian tips & guide agar lebih mudah. Kalau ada yang ingin ditanyakan jangan sungkan atau mau memberikan kritik dan saran. Semoga sharing ini bermanfaat.  Salam Roadrunner

Menu: Build Review

1. Rafale B French Advance Multi Role 1/48 Hobby Boss
2. F-18D Night Attack 1/48 Hasegawa
3. SU-27 Flanker 1/48 Academy

Rafale B French Advance Multi Role Hobby Boss, skala 1/48


Rafale B merupakan pesawat tempur canggih terkini dari negeri menara eifel. Sebelumnya Perancis terlibat bersama negara eropa untuk mebuat pesawat generasi IV yang sekarang dikenal dengan eurofighter (EF). Namun karena satu dan lain hal, terjadi ketidaksepakatan terhadap rancang bangun maka akhirnya Dasault perusahaan pembuat pesawat temur sebagai wakil dari Perancis akhirnya mengundurkan diri. Dan Perancis memutuskan untuk melakukan sendiri pengembangan pesawat tempur canggihnya (satu kelas dibawah F-22 Raptor dan X-35 JSF dari US). Berdasarkan pengalaman yang cukup panjang dari model sukses Mirage III dan seri 2000 nya maka akhirnya muncul prototype pesawat yang diberi nama Rafale (kalau tidak salah artinya burung bangau?).  Dimulai dari prototype Rafale 01 single seater dan dilanjutkan dengan varian dual seater, untuk versi trainer dan juga advance multi role fighter yang memiliki 2nd seat untuk seorang navigator, mission dan threat controller. Dilengkapi dengan system navigasi (multi function display, HUD lebar) dan persenjataan terkini. Mulai dari peluru kendali terbaru tipe penjejak panas Magic, dan juga peluru kendali radar Mica, dan peluru kendali penjelajah Apache. Dengan dua mesin turbojet SNECMA model terkini menjamin tenaga yang mumpuni dan keandalan dalam keadaan darurat.

Model Kit
Kit Rafale sendiri ada beberapa produsen yang membuatnya salah satunya adalah Revell, dengan kit Rafale single seater (Marine). Hobby Boss yang merupakan salah satu anak perusahaan (anak gelap kali ya) dari produsen kit asia terkenal Trumpeter. Peter dari Peter & Partner pernah menceritakan backgroundnya sedikit.   
Kit Rafale yang dibuat Hobby Boss ada tiga tipe yaitu tipe A/C (single seater) dan B (dual seater). Yang ini merupakan dual seater dengan nomor prototype 02 (berkemampuan all wheater/night attack, terlihat adanya IR sensor di bagian hidungnya).



Dari segi kualitas kit, tidak kalah atau menyamai kualitas dari induknya sendiri. Plastik injeksi abu-abu dengan kualitas yang baik disertai dengan panel reses yang tegas (kadang2 terlalu tegas). Panel reses yang tegas bagi penulis cukup ok dan membantu karena tidak perlu dilakukan scribing ulang. Detil kit itu sendiri boleh dikatakan sangat bagus. Baik mulai dari kokpit, wheel well, persenjataan dsb. Bahkan kualitas decal serupa dengan Trumpeter yang cukup tipis dan blending dengan baik ke body kit setelah finishing (baik di celah-celah panel reses).


Kit terdiri dari tujuh sprue utama dan satu sprue transparent, kelengkapan persenjataan terdiri dari sepasang peluru kendali magic, 3 pasang mica tipe 1,2 dan 3 (peluru kendali dgn system radarr), sepasang apache dan dengan 2 pasang tanki bahan baker cadangan (tipe 1250 liter dan 2000 liter). Lembar petunjuk yang cukup rinci dan bagus cetakannya, satu lembar petunjuk cat dan decal berwarna dengan kode warna Mr. Hobby dan Mr Color. Satu lembar kecil decal dengan 2 jenis marking, keduanya untuk pesawat prototype (bukan jet tempur aktif) yaitu Flight 2013th dan Armee de'l air..

Modifikasi
Penulis melakukan beberapa modifikasi ringan yang terdiri dari:
Penambahan pilot, karena akan diset dengan mode terbang,  maka diperlukan dua pilot yang diambil dari sisa-sisa kit Hasegawa.Pilot tersebut dimodifikasi pada saluran pipa pernapasan yang dipindah dari tengah ke sisi kiri, dari melihat referensi yang ada. Penambahan detil di kokpit seperti seat belt (dari tamiya masking tape yang di cat bronze dan masking tape warna biru). Untuk layer HUD dan MFD diberikan tambahan bahan yang cukup unik yaitu bahan reflektif yang umumnya digunakan di baju pengantin atau butir taburan pesta. Bahan ini bila backgroundnya berwarna gelap akan memberikan efek warna hologram (yang berubah dari warna hijau, biru violet dsb pada saat terkena cahaya).




Hal utama yang terasa kurang juga terlihat di bagian kursi karena std, maka ditambahkan beberapa pernik warna dan seat harnesh tambahan agar lebih terlihat ramai. Hal lain yang kurang dari kit ini adalah air intake (terlihat kosong tidak ada kipas kompressor). Memang kalau sudah jadi terlihat gelap dan tidak banyak berpengaruh. Namun agar lebih realistik maka ditambahkan air intake menggunakan bahan plastik sedotan jelly yang ukurannya cukup besar. Di bagian belakangnya ditambahkan kipas kompressor dari resin (buatan sendiri mencetak dari kit F-18E (cara membuat resin sederhana bisa lihat di bagian tips & guide).Penambahan tanki cadangan 2000L dari kit Revell. Sesuai dengan referensi yang digunakan dimana pesawata Rafale B ini memasang 3 tanki 2000 liter dan karena kit ini hanya menyediakan 1 pasang tanki 2000 liter. Kit Revell, Rafale 01 Marine akan dibuat pada  kondisi tanpa tanki cadangan dan full persenjataan intercept.


Proses Pembuatan
Sebelum proses pembuatan, referensi yang digunakan ada dua yaitu majalah Air Force dan juga The Encyclopedia of Modern Military Aircraft dan juga beberapa foto-foto dari website.
Proses pembuatan itu sendiri tidak banyak berbeda dengan kit lainnya. Dimulai dari bagian kokpit, seperti yang disebutkan diatas bagian kokpit mendapat tambahan beberapa komponen. Kokpit berjenis raised yang bisa dilakukan dry brushing + cat acrylic warna merah/kuning untuk menambahkan akses. Tidak banyak detil yang diberikan karena nantinya akan ditutup oleh transparant kokpit (closed cockpit) sehingga detil tidak akan terlihat jelas. Cockpit di cat dark gull gray dari model master. Pilot dari kit hasegawa F-18D dipasang setelah dimodifikasi dan di cat dengan warna jump suit warna olive drab kombinasi yang umum (dengan finish flat).
            Sebelum merakit bagian utama + cockpit, dua belahan body pesawat dilengkapi terlebih dahulu dengan air intake trunk yang dibuat dari sedotan jelly ukuran besar, yang sudah terlebih dahulu di belah menjadi dua bagian dan di cat abu-abu (light gray). Perlunya dibelah untuk memudahkan pengaturan diameter trunk dan juga pengecatan. Bagian sambungan diberikan putty dan di cat ulang menggunakan airbrush (agak sulit karena ukuran trunk kecil, cara lain tentunya dengan mencelup pipa trunk ini (namun karena tidak ada cat kaleng besar warna abu-abu maka dilakukan pengecatan airbrush). Cara pencelupan dapat dilihat di tips & guide.
      Setelah bagian cockpit dan saluran air intake trunk selesai maka bagian body pesawat utama dipasang diikuti dengan bagian sayap dan komponen utama lainnya. Bagian wheel well ditutup dan persambungannya baik tanpa celah yang mengganggu (good fit). Hal ini juga untuk bagian body utama dan sayap dan hanya memerlukan putty/dempul sedikit saja sekedar menutup  garis-garis rekatan. Kalau rekatan baik bahkan tidak perlu. Yang paling sulit adalah bagian depan air intake, terjadi pemasangan yang tidak pas sehingga menyebabkan perlunya perekatan dengan penjepit karet/masking tape + putty yang cukup banyak untuk memberikan tampilan yang mulus.



      Modifikasi lain yang dilakukan pada saat perakitan adalah posisi flap, aileron dan vertical stabilizer yang di set sedemikian rupa sehingga memperlihatkan pesawat sedang menanjak dengan flap turun 1/3 dan pada saat yang sama sedang membelok ke kiri. Hal ini untuk memberikan kesan dinamis. Masalahnya aileron dan flaps tidak memiliki bagian membulat di bagian yang direkatkan sehingga menyulitkan pemasangan pada posisi open flap/aileron. Untuk itu bagian ini perlu di kikir/amplas sedikit agar memberikan kesan membulat. Perakitan sisanya terfokus pada persenjataan dan perekatan kanopi transparan yang sebelumnya sudah di celup ke cairan Future dan sudah ditutup dengan masking tape. Kegunaan dari cairan Future dapat dilihat di artikel "tips & guide. Kanopi transparan dilekatkan ke body pesawat dengan lem putih.

Pengecatan
Warna kamuflase yang digunakan pesawat ini berbentuk loreng dimana warna dasar menggunakan warna light gray (petunjuk asli : gray) dan warna gelapnya menggunakan warna dark gray (petunjuk asli : dark compass gray), keduanya dari Model Master. Pengecatan airbrush khususnya untuk loreng langsung tanpa menggunakan masking (untuk pengecatan warna gelap) agar transisi warna terlihat halus. Airbrush merek anzen cukup ok untuk detil-detil medium seperti ini. Pemilihan warna diubah agar loreng sediki lebih menonjol dibandinkan warna petunjuk aslinya.
Setelah warna dasar dan loreng selesai dilabur, maka model diberikan cat coating clear glossy, siap untuk proses pemasangan decal.Untuk bagian exhaust dicat dua bagian satu menggunakan metalic gray tamiya (bagian exhaust di body pesawat) sedangkan nozzle dicat menggunakan gun metal yang diberikan wheathering agar tidak terlalu mengkilap. Hasilnya cukup menarik.

Decal
Decal dari hobby boss ini cukup tipis sehingga mudah blending ke body kit termasuk ke panel reses dan lekukan-lekukan, tanpa perlu menggunakan cairan setter/softer. Warna decal juga cukup akurat (paling tidak untuk mata penulis). Decal yang tersedia dan digunakan tidak begitu banyak namun cukup representatif dan memiliki detil yang cukup. Decal juga tersedia untuk persenjataan baik magic, mica dan apache. Decal tambahan yang dibuat sendiri adalah decal putih di sisi kanan kiri setiap pilot (pada kaca kanopi) menggunakan sisa-sisa decal tidak terpakai. Decal putih ini sayangnya tidak disertakan di kit, namun melihat gambar referensi selalu ada bagian putih tersebut (entah apa fungsinya).




Wheathering
Setelah proses decal selesai maka sekali lagi di labur cat coating glossy tipis, sebelum dilakukan proses wheathering menggunakan bubuk pastel + sabun cair + air sedikit. Setelah kering dibersihkan dengan lap dan cotton but, dan tahap akhir dari proses adalah pelapisan dengan coating flat.

Perakitan dilanjutkan dengan proses pelekatan detil-detil pesawat termasuk antenna, persenjataan, nozzle, dan terakhir pemassangan pada stand yang sudah dibuat sebelumnya menggunakan potongan kayu dan kawat baja ukuran 2mm.

Kesimpulan
Kit Rafale B buatan hobby boss skala 1/48 menawarkan detil yang cukup tinggi. Meski dalam hal akurasi masih dibawah kit buatan Jepang namun secara sangat baik dan sangat direkomendasikan untuk pemodel yang tertarik membuat dual seater Rafale. Kit ini dapat diperoleh di www.luckymodel.com (temukan reviewnya di bagian Reference ). Recommended



Hasilnya bisa dilihat di bagian Galeri Rafale B
Article dalam bahasa  inggris di ARC Forum

FJ-4B Fury HobbyBoss 1/48


FJ-4 adalah pesawat fighter yang setara dengan F-86 Sabre, seringkali disebut sebagai Sabre versi Navy nya US. Secara bentuk memang tidak berbeda jauh dengan F-86 Sabre. FJ-1 merupakan jet carrier fighter operasional pertama untuk US Navy masih menggunakan sayap tegak lurus (bukan swept wing). Mulai dari FJ-2, FJ-3 dan akhirnya FJ-4 mulai menggunakan swept wing atau bersudut ke belakang. Versi FJ-4 sudah mampu menggusung peluru kendali. FJ-4 Fury disandingkan dengan Scimitar F.Mk1 dan F3H-2 Demon.  FJ-4B sendiri merupakan versi serang darat.

HobbyBoss 1/48 FJ-4B Fury






Kit pesawat FJ-4B jarang sekali ada produsen yang membuatnya, sehingga pada saat hobby boss mengeluarkan produk ini maka langsung pesan secara online. Dulu pernah melihat beberapa iklan untuk pesawat FJ-4 ini di majalah namun produksinya menggunakan resin dan tentu harganya mahal hampir 3x lipat. Apalagi yang mengeluarkan produknya adalah HobbyBoss yang cukup dikenal saat ini dengan toolingnya yang cukup baik (setara Trumpeter) namun harganya sangat ramah pada kantong para modeler.
Hobbyboss sebenarnya mengeluarkan dua jenis FJ-4 dengan skala 1/48  yang satu adalah fighter dan satunya sebagai serang darat FJ-4B yang penulis beli. Keduanya tersedia di www.luckymodel.com








Kit ini terdiri dari 4 set sprue abu-abu yang berisikan badan utama, sayap, kokpit dan satu sprue transparan untuk kanopinya. Secara umum detilnya cukup memuaskan dan merupakan ciri-ciri tooling kit yang modern. Tersedia satu lembar petunjuk dan satu lembar contoh berwarna untuk kamuflase dengan 2 pilihan squadron. Lembar decal yang berisikan dua pilihan itu juga tersimpan dalam plastik sehingga mengurangi kemungkinan cacat. Pada bagian sprue plastik abu-abu ada sedikit lapisan minyak, tidak tahu dari mana asalnya, hanya saja nanti pada saat perakitan mungkin perlu di cuci dengan sabun cair sampai bersih untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada saat perakitan atau pengecatan.

Untuk yang hobby mengumpulkan jet-jet modern pasca PDII tentunya FJ-4 fury ini wajib untuk dibeli dan dikoleksi, karena saat ini pada skala 1/48 jarang atau hampir tidak ada produsen kelas kakap yang memproduksinya, atau mungkin sudah lama sekali belum pernah di upgrade.

Produksi Hobbyboss juga bisa menjadi jaminan saat dengan kualitas yang cukup baik, akurasi mungkin tidak sebaik pemain nomor satu namun secara umum penulis melihat tidak ada masalah terhadap bentuk dan akurasi secara umum.... Tunggu apa lagi ...

Salam Roadrunner

1/48 Kinetic Model - F-84F Thunderstreak

F-84F Thunderstreak merupakan salah satu varian dari F-84 yang sudah memiliki sayap bersudut miring ke belakang (swept wing configuration). F-84 buatan Republic (salah satu produsen pesawat sukses pada masa itu) merupakan seri pesawat serang darat (ground attacker) yang juga berperan banyak dalam perang Korea. F-84F digunakan oleh USAF (US Air Force) dan juga 12 negara lainnya yang umumnya negara-negara anggota NATO.  Dengan kecepatan subsonic pesawat ini berbobot cukup berat dan tidak mencapai performa yang diinginkan. Namun kecanggihannya pada era itu menyebabkan pesawat ini cukup lama digunakan. Beberapa versi dari F-84F digunakan juga sebagai photo reconnaissance dan berkode RF-84F.  Dengan 6 senapan mesin kaliber 12.7mm, dan dua pylon untuk membawa tanki cadangan dan kemampuan usung bomb seberat 2,7 ton. Termasuk untuk jenis peluncur roket dan bahkan siap menggusung persenjataan nuklir.



Kinetic Model F-84F



Model kit F-84F ini merupakan produk perdana dari Kinetic Model, waktu itu penulis cukup ragu untuk membeli kit murah ini di Lucky Model. Namun karena disertakan photo shot dari sprue set dan beberapa detil lainnya maka dengan memberanikan diri memesan (pesanan pertama lewat online). Pas tiba langsung kotak dibongkar dan kit dibuka untuk melihat bagian detil plastik dan perlengkapannya. Ternyata model kit ini tidak buruk sama sekali bahkan cukup baik dengan detil-detil seperti panel rivet di sekujur tubuh pesawat yang akan sangat berperan penting dalam memberikan hasil maksimal untuk pesawat dengan finish bare metal. Meskipun demikian kualitas plastiknya tidak sebaik kualitas produsen papan atas. Dengan plastik yang relatif lebih lembut. Namun demikian jarang ditemui flash (atau sisa-cetakan plastik) di ranting /sprue set. Yang menunjukkan kualitas pembuatan kit ini cukup baik. Terdiri dari 3 ranting/sprue utama dan 1 transparan.















Detil kit ini juga baik dan terdiri dari berbagi opsi (meskipun tidak ada opsi untuk posisi flap) namun tersedia beberapa bukaan panel seperti panel persenjataan dan air brake. Oh ya disediakan juga pemberat berbentuk bola logam yang sangat praktis karena memang model pesawat di jaman ini merupakan heavy tail sitter (berat belakang).  Detil kokpit juga cukup bagus dengan model raised.
        Pylon persenjataan juga disertai dengan detil pin pengunci yang cukup jarang ditemui di kit-kit jaman sebelum era Trumpeter, (misalnya Academy). Dengan demikian detil dari pesawat ini cukup baik dan representatif. Disediakan 4 buah tanki cadangan berukuran cukup besar, dengan persenjataan peluncur roket yang bisa dipasang di bagian tengah.





Decal dari kit ini memberikan dua opsi yaitu satu MO Air Guard ANG 616 berkode 26616 dan US Air Force dengan kode 26368. Masing masing memiliki warna body stripe yang berbeda dan tentunya khas marking pada masanya yang cukup berwarna-warni.

Kesimpulan
Model kit dari Kinetic Model ini merupakan kit baru (new kit on the block) yang cukup menarik dengan harganya yang cukup murah (Saat ini banyak kit-kit dari China yang harganya kompetitif seperti Hobby Boss dsb). Dengan detil yang cukup memadai untuk membuat model F-84F yang menarik tentunya merupakan pilihan bagi kita yang berkocek terbatas. Pilihan lain kit F-84F juga cukup terbatas selain Revell Monogram yang memiliki Kit F-84G Thunderjet, tentunya memberikan opsi yang menarik. Hanya saja kit Kinetic ini cukup sulit ditemui di pasar local dan tentunya harus pesan. (Penulis membeli lewat online). Recommended. (c) JetPlastik 2008